Caracas (KABARIN) - Batch pertama bantuan kemanusiaan darurat dari pemerintah China untuk korban gempa di Venezuela akhirnya tiba di Bandar Udara Internasional Simon Bolivar, Maiquetia, yang berada di dekat ibu kota Caracas, pada Senin (6/7).
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil bersama Duta Besar China untuk Venezuela, Lan Hu.
Dalam kesempatan itu, Gil menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan para pemimpin China atas respons cepat mereka dalam membantu Venezuela yang tengah menghadapi dampak bencana gempa besar.
Gil mengatakan, sejak gempa mengguncang negaranya, pemerintah China terus menjalin komunikasi yang erat dengan pemerintah Venezuela untuk memastikan proses bantuan berjalan dengan baik.
Pasokan bantuan yang dikirim pada tahap pertama ini mencakup berbagai kebutuhan darurat, seperti tenda dan generator listrik. Menurut Gil, bantuan tersebut sangat penting bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Ia juga menilai bantuan itu menjadi bukti kuatnya kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Venezuela dan China dalam berbagai situasi.
Selain bantuan dari pemerintah China, Gil mengungkapkan bahwa komunitas Tionghoa dan perusahaan-perusahaan bermodal China yang beroperasi di Venezuela juga bergerak cepat memberikan dukungan sejak awal bencana terjadi.
Mereka ikut terlibat dalam proses penyelamatan, membantu warga yang mengungsi, serta menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak.
Gil mengaku banyak momen selama proses penanganan bencana yang sangat mengharukan. Menurutnya, rakyat Venezuela menyaksikan secara langsung dukungan yang diberikan oleh komunitas Tionghoa, sehingga semakin mempererat hubungan persahabatan antara kedua masyarakat yang telah lama hidup berdampingan.
Sebelumnya, pada malam 24 Juni waktu setempat, Venezuela diguncang gempa bumi terbesar yang melanda negara tersebut dalam lebih dari 100 tahun terakhir. Dua gempa berkekuatan di atas magnitudo 7 terjadi hanya dalam selang waktu sekitar satu menit dan menyebabkan kerusakan besar.
Hingga saat ini, bencana tersebut dilaporkan telah menewaskan 3.342 orang, sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026